mereka bilang pilih ITP

Posted by milakh09 on December 15, 2010 in Uncategorized |

Berbeda dengan  latar belakang yang dimiliki mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB pada umumnya untuk dijadikan alasan memilih ITP IPB sebagai tempat untuk mengenyam jenjang pendidikan selanjutnya, latar belakang saya memilih ITP IPB adalah orang tua. Hal ini memang terdengar seperti kisah klasik yang kaku, tapi inilah yang saya hadapi sewaktu saya diharuskan untuk memilih satu pilihan perguruan tinggi.

Saya ucapkan syukur kepada Tuhan karena saya termasuk salah seorang yang tidak merasakan susahnya mendapatkan perguruan tinggi negeri apalagi swasta. Sebelum mengecap rasanya berusaha keras menghadapi ujian masuk perguruan tinggi berkali-kali, melalui jalur PMDK yang ditawarkan pihak sekolah, saya mendapatkan kesempatan menjadi mahasiswa S1 Sastra Perancis di perguruan tinggi negeri nomor 1 di Indonesia dan  S1 Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Selain itu, saya juga mendapat kesempatan menjadi  mahasiswa  S1 Sistem Informasi  dengan grade A di perguruan tinggi swasta yang terkenal dengan akreditasinya di bidang teknologi komputer .

Tidak terbersit pada pikiran saya memilih perguruan tinggi negeri untuk melanjutkan pendidikan. Awalnya saya lebih condong memilih lingkungan pendidikan swasta kembali, sehingga saya memutuskan memilih perguruan tinggi swasta tersebut. Setelah lewat sebulan batas registrasi ulang menjadi mahasiswa pada kedua PTN tersebut, kedua orang tua saya memberi pilihan kepada saya untuk  beralih pendidikan ke salah satu PTN tersebut. ITP IPB, itulah yang berulang kali orang tua saya tawarkan kepada saya untuk kembali diperjuangkan. Berulang kali mereka memperlihatkan keunggulan ITP IPB. Baik pengalaman sukses yang dialami anak dari teman-teman mereka yang merupakan lulusan ITP IPB ataupun yang turut memilih jurusan pangan, prestasi yang diraih ITP IPB sendiri yang merupakan salah satu jurusan unggulan IPB, keunggulan-keunggulan lain yang dimiliki ITP IPB dalam hal prestasi , hingga pandangan umum mengenai  masalah pangan di dalam kehidupan nyata.

Sampailah pada saat saya memutuskan untuk beralih ke ITP IPB. Nampaknya berbagai dorongan dari kedua orang tua saya benar-benar membekas pada pribadi saya. Saya banyak diskusi saya dengan ayah saya tentang  ITP IPB tersebut. Segalanya yang berbau kehidupan internasional  kami diskusikan dan terasa sangat menarik bagi saya. Namun, alasan lain yang mereka lontarkan pun akhirnya tersusun sebagai kerangka pikiran yang melatarbelakangi saya hingga akhirnya saya memutuskan beralih ke ITP IPB.

Walaupun terasa berat harus menimbang dan memutuskan untuk beralih ke ITP IPB, menjalani adaptasi yang sangat berat di tahun pertama, dan hal-hal lainnya yang sempat meruntuhkan semangat saya berada di IPB ini, pada akhirnya saya sadar. Keputusan saya beralih ke ITP IPB bukanlah keputusan yang salah. Seiring dengan berjalannya waktu beradaptasi dan banyak mengecap pendidikan seputar ilmu dan teknologi pangan memantapkan langkah saya untuk mengabdi pada IPB dan masyarakat Indonesia nantinya untuk ikut mengemban tanggung jawab memajukan pangan Indonesia maupun dunia di masa depan nanti, di saat generasi kami ini memegang peranan yang sangat vital bagi kemajuan bangsa. Hingga saat dunia membutuhkan Indonesia kelak dalam hal sumber daya pertanian.

Copyright © 2010-2014 milakh09's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.2.3, from BuyNowShop.com.